Minggu, 05 Juni 2022

PETA SITUS CAHAYA PENYELAMATAN

  • PETA SITUS CAHAYA PENYELAMATAN

  • KUTIPAN CERAMAH MASTER CHIN KUNG JANUARI 2020

    KUTIPAN CERAMAH MASTER CHIN KUNG FEBRUARI 2020

    KUTIPAN CERAMAH MASTER CHIN KUNG MARET 2020

    KUTIPAN CERAMAH MASTER CHIN KUNG APRIL 2020

    KUTIPAN CERAMAH MASTER CHIN KUNG JUNI 2020

    CERAMAH PAGI

    Jing Tu Sheng Xian Lu (Kisah Para Praktisi yang Terlahir ke Alam Sukhavati)

    JTSXL 30 - Kisah Bhiksuni Dao-wu

     

     

    Kutipan “Jing Tu Sheng Xian Lu” (Kisah Para Praktisi yang terlahir di Alam Sukhavati)

    Dinasti Qing (1636-1912), Kisah Bhiksuni Dao-wu

     

    Pada zaman Dinasti Qing, ada seorang Bhiksuni bernama Shi Dao-wu, sebelumnya bermarga Wang, bernama Huixin, adalah orang daerah Huating Songjiang.

     

    Sejak kecil, ia sudah kehilangan ayahnya, juga tidak ada saudara. Ia tinggal bersama nenek dan ibunya. Keluarganya sangat miskin, namun ia tetap mempertahankan kesuciannya dan tidak menikah.

     

    Kemudian, ia menjadi Bhiksuni di Vihara Jixiang, lalu pergi ke Dizang Yuan mengambil sila. Ia melafal Amituofo dengan sangat tekun. Pada bulan Juni tahun 1833 Masehi, Ibu dari Bhiksuni Dao-wu melafal Amituofo dan terlahir ke Alam Sukhavati. Pada bulan Juli tahun yang sama, neneknya juga meninggal.

     

    Tanggal 5 Agustus, Bhiksuni Dao-wu mengundang Bhiksu Dao-sheng, dan berkata padanya, “Hal besar di dunia ini, sudah saya selesaikan semua, saya akan segera pulang ke Alam Sukhavati, mohon Anda membantu mempersiapkan peti mati anggota Sangha.”

     

    Keesokan harinya, Bhiksu Dao-wu mengundang semua orang untuk bersama-sama melafal Amituofo dengannya satu hari, sebagai jodoh membantunya terlahir ke Alam Sukhavati. Malam itu, ia membasuh diri dan mengganti pakaian.

     

    Esok paginya, ia kembali mengumpulkan semua orang dan melafal Amituofo seharian. Sampai malam hari, ia memberitahu semua orang, “Buddha telah datang menjemput saya.” Kemudian, ia melafal Amituofo dengan posisi duduk bersila dan terlahir ke Alam Sukhavati.

     

    Di kemudian hari, orang-orang berdebat, ada yang berpendapat, wanita mempunyai banyak rintangan bagaimana bisa terlahir ke Alam Sukhavati? Mereka berkata demikian, karena mereka tidak tahu bahwa tubuh makhluk terbentuk dari kekuatan karma masa lampau, dan berdasarkan bobot kekuatan karmanya, dibagi menjadi tubuh laki-laki atau tubuh perempuan.

     

    Saat ini, walaupun Bhiksuni Dao-wu memiliki wujud perempuan, tetapi dia bertekad menjadi Bhiksuni. Rintangan karma yang diperbuatnya di masa lampau pasti akan lenyap, dengan ini pulang ke Alam Sukhavati, mencapai KeBuddhaan.

     

    Tubuh perempuan dan tubuh laki-laki tidak kekal dan tidak ada yang bisa diperoleh, jadi mana ada halangan?

     

    Video :

    https://youtu.be/-rFDCIgdk1M

     

    《淨土聖賢錄》

    清道悟法師

    道悟,字慧心,姓汪,松江華亭人。早喪父,寡兄弟,與祖母母氏同居。家甚貧,守貞不字。已而投吉祥庵出家。旋詣地藏院,受具戒,念佛精進。道光十三年,六月,母氏念佛而逝。七月,祖母亦逝。悟於八月五日,請戒師道生和尚,告曰,大事了畢,吾欲西歸,懇置龕一具。明日,邀眾念佛一天,以為助緣。是晚香湯澡浴。及旦,集眾念佛一永日。至夜告曰,佛來接引矣,跏趺而逝。 (楊蕅槎筆記)

      論曰,或謂女人有三隔五礙,何以得生淨土。是不知眾生之身,皆由業造。視業輕重,而分男女。今以女身而決志出家,斯其宿業決定消除。以是而登清泰之鄉,成菩提之果,而女身男身,了不可得,復何有所隔礙哉。

     

    Minggu, 29 Mei 2022

    JTSXL 29 - Kisah Praktisi Shi Jingyan

     

     

    Kutipan “Jing Tu Sheng Xian Lu” (Kisah Para Praktisi yang terlahir di Alam Sukhavati)

    Dinasti Qing (1636-1912), Kisah Praktisi Shi Jingyan

     

    Pada zaman Dinasti Qing, ada seseorang bernama Shi Jingyan, ia adalah orang daerah Huating, yang saat ini adalah daerah Songjiang, Shanghai. Praktisi Jingyan bermoral baik dan serius, melakukan hal dengan teliti. Setiap kali ia membantu orang lain memberi ide atau melakukan hal, ia pasti akan mengerahkan segenap upayanya. Jadi teman dan kerabat semuanya mempercayainya.

     

    Pada era pemerintahan Kaisar Qing Renzong (tahun 1818 masehi) di musim semi, Jingyan jatuh sakit dan tidak bisa bangkit dari tempat tidur, segala jenis obat pun tidak efektif, sampai pada musim panas, kondisi penyakitnya bertambah parah.

     

    Pada suatu hari, abang sepupunya, Zheng Hui-an, datang menjenguknya. Melihat Jingyan sangat menderita didera penyakit, ia sangat bersimpati, dan berkata padanya, “Adik sepupu, penyakit kamu sudah sangat parah, mengapa tidak melafal Amituofo?” “Dalam Sutra Buddha dikatakan, sekalipun menjelang ajal, melafalkan Amituofo sebanyak 10 kali, juga bisa dijemput oleh Buddha, terlahir ke Alam Sukhavati!”

     

    Setelah mendengarnya, Jingyan berkata, “Uh, sangat disesali biasanya saya tidak tahu harus melafal Amituofo dengan baik, sekarang sakit sampai seperti ini, ingin melafal, juga sudah tidak sanggup melafal lagi, benar-benar tidak berdaya!”

     

    Selesai berbicara, ia pun menangis dengan tersedu-sedu. Zheng Hui-an menenangkan dia, dan berkata, “Tidak apa-apa, adik sepupu, asalkan kamu mendengar saya melafal Amituofo dengan sepenuh hati, di saat yang bersamaan, kamu memikirkan Buddha Amitabha dalam hati dengan setulusnya, juga bisa.”

     

    Hui-an pun mulai setulus hati melafal Amituofo dengan suara nyaring. Kemudian, Jingyan juga mulai melafal Amituofo dengan suara nyaring. Akhirnya, Jingyan baru melafal Amituofo sepuluh kali, tiba-tiba berkata, “Buddha Amitabha dan para Bodhisattva di Alam Sukhavati sekarang sudah hadir di hadapan saya!” Usai berkata, praktisi Shi Jingyan pun terlahir ke Alam Sukhavati dengan tenang diiringi suara lafalan Amituofo.

     

    Video :

    https://youtu.be/vc0sURed3Es

     

    《淨土聖賢錄》

    清施靜巖

    施靜巖,華亭人。性端謹,作事周密。為人謀,必盡心,親族多賴之。嘉慶廿三年春,臥病,藥餌罔效。入夏病劇,其表兄鄭慧庵來視,憫之曰,弟病亟矣,何不念阿彌陀佛。經云,臨終十念,亦得往生。靜巖曰,我恨平日未知念佛,今不能念矣,奈何,遂大哭。慧庵曰,無妨,弟聽我念,心中觀想可也。即朗唱佛名,靜岩亦高聲隨誦。才數十聲,忽曰,阿彌陀佛,並諸菩薩,多在目前,言畢而逝。 (染香集)